+86 13268088869gaozeying@foxmail.com
Tanya jawab
Rumah > Tanya jawab > Konten

Prinsip desain kemasan kosmetik dengan nilai tinggi

Karena kosmetik biasanya memiliki komponen kompleks dan lebih cenderung bereaksi dengan berbagai zat di udara, efek perlindungan kemasan kosmetik menjadi sangat penting. Selain itu, kosmetik dijual untuk para pecinta kecantikan, sehingga penampilan menjadi sangat penting.

 

1. Bahan kemasan kosmetik
Bahan adalah dasar dari kemasan. Ini tidak hanya terkait dengan bentuk dan tekstur kemasan, tetapi juga efek perlindungan dari kemasan terutama dicapai dengan memilih bahan yang sesuai. Bahan kemasan untuk kosmetik terutama meliputi jenis berikut:

①Plastik. Saat ini, plastik yang digunakan untuk kemasan kosmetik terutama meliputi: PET, PE, PVC, PP, dll. Diantaranya, PET terutama digunakan untuk kemasan air dan minuman pada awalnya, namun karena kekuatannya yang tinggi, transparansi yang baik, bahan kimia yang baik stabilitas, dan sifat penghalang Fitur high-end, dalam beberapa tahun terakhir banyak digunakan dalam krim, lotion, lotion dan kemasan lainnya.

② kaca. Sebagai bahan pengemas, kaca memiliki banyak sifat yang berharga, seperti: transparansi, tahan panas, stabilitas kimia, dan sifat penahan yang sangat baik. Ini dapat dibuat menjadi wadah pengemasan dengan berbagai bentuk dan ukuran dengan berbagai metode pencetakan. Ini terutama digunakan dalam berbagai Parfum dan beberapa kosmetik kelas atas melayani konsumen wanita dengan kecantikan sebening kristal.

③ logam. Logam memiliki sifat penghalang yang baik, terutama aluminium memiliki kemampuan penghalang yang sangat kuat terhadap air dan oksigen, serta dapat berperan sangat baik dalam melindungi isinya. Hal ini terutama digunakan untuk beberapa produk perawatan kulit yang ditambahkan minyak esensial, kaleng logam semprot pelembab, dan pada beberapa kotak kemasan kosmetik.

 

2. Struktur dan bentuk kemasan kosmetik
① botol. Botol adalah wadah kosmetik yang paling umum dan banyak digunakan, terutama karena kosmetik sebagian besar berbentuk pasta cair atau kental dengan fluiditas yang relatif baik, sehingga penggunaan botol dapat menampung dan melindungi isinya dengan baik. benda. Kapasitas botolnya besar atau kecil, bisa memenuhi kebutuhan berbagai kosmetik.

Bentuk botol selalu berubah, tetapi tidak peduli bagaimana itu berubah, itu juga merupakan perubahan atau kombinasi geometri, yang paling penting adalah silinder dan balok, karena kekuatan beban vertikal dan ketahanan tekanan internal dari botol geometris tersebut. bentuk lebih baik. Badan botol biasanya tidak memiliki sudut tajam atau kerutan, dan garis halus dengan transisi lembut diadopsi di antara setiap bagian. Desain ini juga bisa memberi orang perasaan lembut.

 

3. Dekorasi kemasan kosmetik
Desain kemasan kosmetik biasanya terfokus pada kesederhanaan. Itu hanya perlu menampilkan informasi yang diperlukan seperti merek dagang dan nama produk. Dalam banyak kasus, grafik dan pola lain tidak diperlukan. Jika grafik dan pola digunakan untuk kemasan kosmetik, itu juga sangat sederhana. Misalnya: Anda dapat memilih gambar bahan baku, yang terutama digunakan pada beberapa kosmetik yang menggunakan tumbuhan alami sebagai bahan bakunya.

Warna adalah bagian penting dari desain kemasan kosmetik. Orang sering menggunakan warna untuk membedakan produk yang berbeda. Warna yang tepat dapat menyentuh reaksi orang paling awal dan paling menyenangkan, serta secara langsung merangsang keinginan konsumen untuk membeli. Desain warna kemasan kosmetik modern terutama dilakukan dari aspek-aspek berikut:

① Melaksanakan desain warna sesuai jenis kelamin konsumen. Kemasan kosmetik wanita kebanyakan menggunakan warna yang ringan tapi tidak kuat, cerah tapi tidak menyilaukan, seperti: putih merah muda, hijau muda, biru muda, memberikan perasaan santai dan hidup; kemasan kosmetik pria kebanyakan menggunakan warna dingin dengan kemurnian tinggi, cahaya redup, seperti biru tua dan coklat tua, memberi orang rasa stabilitas, kekuatan, kepercayaan diri, dan ujung serta sudut yang tajam.

② Desain warna sesuai usia konsumen. Misalnya: konsumen muda penuh dengan vitalitas muda, dan kemasan yang dirancang untuk mereka dapat menggunakan warna seperti hijau muda yang melambangkan kehidupan muda. Dengan bertambahnya usia, psikologi konsumen berubah, dan penggunaan warna-warna mulia seperti ungu dan emas dapat lebih memuaskan karakteristik psikologis mereka dalam mengejar kebangsawanan dan keanggunan.

③ Desain warna dilakukan sesuai dengan kemanjuran produk. Saat ini fungsi kosmetik semakin detail seperti melembabkan, memutihkan, anti kerut, dll. Warna juga memegang peranan penting dalam kemasan kosmetik dengan fungsi yang berbeda-beda.

Misalnya: kemasan produk pelembab kebanyakan berwarna biru dan hijau, memberi orang perasaan lembab dan segar; produk pemutih sebagian besar berwarna putih, terkadang menambahkan sedikit merah muda, biru atau putih untuk menyatakan kemerahan, atau putih untuk menyatakan bening ; Warna utama produk tabir surya adalah oranye dan biru.

④ Melaksanakan desain warna sesuai dengan bahan baku produk. Semakin banyak kosmetik yang secara langsung menggunakan warna bahan baku kemasan produk untuk mencapai performa yang berbeda dari produk lainnya.